Caching website dengan xtemplate

apa itu Cache? adalah sebuah media atau tempat untuk menyimpan data sementara (secara harfiah) dapat di artikan seperti itu. Lalu apa hubungannya sama website, tentu ada donk… prinsip dasar dari caching website adalah menyimpan seluruh halaman website pada sebuah file agar sewaktu website di akses oleh user apache tidak melakukan koneksi ke database lagi melainkan file caching tersebut yang sebenarnya di akses oleh user, kenapa harus begitu? bisa saya ibaratkan webserver (apache/nginx/lighthttp)  kalian bila hanya diakses hanya 100 orang setiap harinya tidak akan berdampak, bagaimana bila website yang kalian bangun diakses oleh 1000 orang secara bersamaan! akan terjadi 1000 kali query ke database untuk melayani user yang sedang mengakses website kalian.

Apa yang terjadi bila webserver tidak dapat melayani permintaan 1000 user yang mengakses? kalian tentu pernah mengalami request ke website dengan mengembalikan ERROR 505, kalo pernah itu menandakan bahwa server benar – benar sangat sibuk sampai tidak dapat melayani permintaan kalian. Untuk itulah digunakan teknik cache untuk mengatasi permasalahan ini, teknik caching website ada 2 cara :

1. Caching menggunakan file (teknik ini akan menyimpan seluruh halaman pada sebuah file).

2. Caching pada memory (biasa dikenal dengan memCache).

OK sekarang kita akan sedikit melanjutkan artikel yang belumnya tentang Xtemplate, bagaimana cara melakukan caching website melalui Template engine Xtemplate. 

secara sederhana cara install Xtemplate seperti berikut

include “xtemplate.class.php”; // class xtemplate
$tpl = new XTemplate(‘main.html’, “themes”, null, ‘main’);

main.html : file yang pertama kali dijalankan oleh xtemplate

themes : path (folder) dimana file main.html didalamnya

main : deklarasi main template pada file main.html

lalu bagaimana cara instalasi caching websitenya? mudah saja karena xtemplate secara default telah menyediakan class untuk cache file (chacing_xtemplate.class.php),

cara menggunakan seperti dibawah

include “caching_xtemplate.class.php”;

$tpl = new CachingXTemplate(“main.html”,”themes”, null, “main”, true, 0, md5(date(“Ymd”)), “chace”,”.cache”);

saya jelaskan maksud dari parameter2 diatas

main.html : file yang pertama kali dijalankan oleh xtemplate

themes : path (folder) dimana file main.html didalamnya

main : deklarasi main template pada file main.html

true : auto setup, maksudnya dijalankan secara otomatis (ini ssudah default xtemplate)

0 : expire cache dalam detik, silahkan masukan seberapa lama kalian akan menyimpan file cache

md5(date(‘Ymd’)) : nama file yang akan di simpan, ini harus unik

cache : folder dimana file cahce di tempatkan

.cache : extention file yang disimpan.

 

mudah bukan kalian sekarang dapat merakan kecepatan loading website kalian,

setelah kalian mengakses website kaliandapat melihat pada folder cache apakah tercetak sebuah file baru? bila ya berarti caching website berjalan sesuai dengan skenario 😀

 

mudah – mudahan bermanfaat.

About Administrator

2016-01-12 10:32:36 2016-01-12 14:33:42

Check Also

Create Simple Chat App with Google App Engine Backend and Google Cloud Messaging

Mari membuat aplikasi chat sederhana menggunakan backend Google App Engine (bagian dari Google Cloud Platform) dan …

Tinggalkan Balasan

Translate »
error: Konten dilindungi !!