Maaf untuk menjaga keaslian maka dari itu artikel di bawah ini saya kopas (copy adn paste), dan pasti sumbernya saya cantumkan

iki Sumbere Harian SURYA (clik'en) Teknologi smartcard (kartu pintar) bisa jadi alternatif aman terhadap kejahatan scanning ATM seperti terjadi akhir-akhir ini. Bahkan, kartu memakai chip ini juga bisa dioptimalkan penggunaannya dengan sistem XCS karya Muhamad Firdaus, dosen jaringan komputer Untag Surabaya.

XCS (XML Compressor for Smartcard) hasil penelitian Firdaus ini berfungsi memaksimalkan daya tampung dan kemampuan smartcard. “XCS bekerja untuk kompresi, dekompresi, mengisi data ke smartcard, mencari dan membaca data,” ujar Firdaus, Selasa (2/3).

Selama ini, kata pria kelahiran Malang ini, data yang dimasukkan ke chip smartcard berkapasitas besar. “Kalau bisa diperkecil tentu memori yang diperlukan juga lebih kecil. Kartu dengan kapasitas lebih kecil tentu saja lebih murah,” tuturnya.

Menurut Firdaus, smartcard banyak digunakan dalam dunia pendidikan dan kesehatan. Tapi sayang, masih sedikit data yang bisa ditanamkan ke smartcard untuk ATM, kartu kesehatan, atau kartu pembayaran lainnya. Lewat sistem XCS, smartcard bisa dipakai untuk menampung banyak data sekaligus.

Secara teknis, XCS adalah kombinasi teknik pemampatan XML berdasarkan DAG approach dan zlib. XML dan zlib merupakan metode kompresi umum. Kombinasi itu ternyata bisa menghasilkan kapasitas data yang jauh lebih kecil. Selama ini, efisiensi penyimpanan data pada smartcard dicapai dengan penggunaan flat file dan XML. Namun, teknik ini belum mempertimbangkan teknik kompresi pada penyimpanan data ke smartcard.

Kemampuan XCS merampingkan data jauh lebih efisien dibandingkan sistem lain. Ia mampu mengkompresi data akademik mahasiswa dalam file XML menjadi tinggal 11,02 persen. Ini lenih kecil dibanding kompresi Xmill (14,91 persen), XWRT (20,39), 7zip (14,83), LZMA (13,62), GZip(14,86), Winrar (14,82), dan Bzip2 (13,81).

XCS juga mampu menghasilkan rasio kompresi data awal di data base menjadi 40,06 persen. Berdasarkan besaran file bisa dikatakan data akademis yang semula berkapasitas 23 kb bisa diperkecil menjadi 2 kb lewat sistem XCS.

Dari sisi waktu, proses kompresi dan pengisian data melalui sistem ini hanya memerlukan 6,3 detik untuk data sebesar 16,58 kb. Waktu untuk kompresi dan pencarian data hanya butuh sekitar 3 detik. Rata-rata waktu query data pada memori sebesar 0,0019 detik. ”Orientasi penelitian saya awalnya hanya mencari cara bagaimana bisa teknologi smartcard dibuat murah dan itu bisa tercapai,” ujar Firdaus.

Sebagai perbandingan, harga smartcard berkapasitas 16kb bisa didapatkan dengan harga Rp 49.000. Jika data lengkap bisa dikompresi menjadi 2 kb tentu biaya yang dibutuhkan untuk membuat KTM atau kartu lain smartcard bisa lebih murah.nrey

 

Ojok di baca tok rek, Kasih cendolnya juga gans.,.. jadilah yang Pertamaxs Kiss